0

Izinkan aku bercerita pengalamanku menyusur alam di Gunung Kembang. Mari kita mulai.

Jumat malam di Purwokerto cuaca sungguh tak menentu, ketika siang kita diberi syukur dengan teriknya matahari, berganti malam Tuhan memberi lagi syukurnya dengan diguyurnya air langit ke Kota Satria ini. Seketika aku langsung mengeluh, bagaimana tidak, niat sudah tertanam, namun tiba-tiba terlintas untuk membatalkan perjalanan. Ketika itupun aku langsung menghubungi temanku untuk jangan terburu-buru. Aku sarankan untuk menunggu reda. Alhamdulillah ternyata hujan pun reda di pukul 10 malam. Temanku langsung bergegas untuk menjemputku. Kami pun bersiap-siap lalu berangkat menuju titik kumpul untuk menemui temanku yang akan menyusur bersama.

Sesampainya ke tempat titik kumpul, perasaanku mulai tidak sedap. Mungkin karena aku membawa Ind*mie haha. Setelah berkumpul, kami pun melakukan pemeriksaan kembali barang yang kami bawa serta pembagian perlengkapan yang kurang. Setelah melakukan pemeriksaan serta pembagian sampai mencari perlengkapan yang masih kurang, akhirnya kami pun siap untuk berangkat. Niatku berangkat bersama teman yang menjemputku pun gagal, karena temanku yang satunya lagi ini meminta untuk kita dipecah dan ia meminta bantuanku untuk menjadi drivernya, ya mau menolak tapi aku tidak tega, akhirnya aku turuti saja. Setelah berdoa bersama kami pun bergegas karena malam pun sudah semakin larut. Perasaan tak sedapku ternyata benar terjadi. Hal pertama yakni motor yang aku tunggangi ternyata bannya bocor di tengah perjalanan saat kami menuju ke negeri diatas awan. Untung saja di tengah malam yang terang itu masih ada tambal ban yang buka. Akhirnya kami pun melaju ke tempat tambal ban dengan pelan-pelan. Setelah beres mengganti ban dalam dan mengisi angin untuk mencegah dari kebocoran, kami pun melanjutkan perjalanan. Perasaan tidak sedap itu mulai lagi kurasakan, dan ternyata benar, motor yang kutunggangi lagi mengalami masalah kembali, kali ini bukan ban yang bocor, melainkan motor yang kami tunggangi tersebut vanbeltnya pecah. Argh, mungkin kalian bisa bayangkan, bagaimana kesalnya aku pada waktu itu. Betapa sialnya aku, niatku untuk cepat-cepat sampai harus terhenti lagi di dua pertiga perjalanan. Karena malam semakin larut dan mendekati waktu fajar, akhirnya kami pun memutuskan untuk mendorong lalu menepi untuk beristirahat di depan warung yang kosong hingga menunggu fajar terbit.

Ketiga temanku sudah menyusur alam mimpi terlebih dahulu, berbeda denganku yang masih kesal sehingga tidak bisa terlelap, sebenarnya di perjalanan pun aku sudah merasakan lelah dan mengantuk, namun karena rasa kesal jadinya rasa itupun hilang. Di sepanjang larut malam, aku berpikir. "Ya Tuhan, kenapa aku bisa sesial ini, coba kalau aku gak ikut, mungkin aku bisa tertidur lelap menikmati malam dengan tenang." "Kenapa harus aku? Coba kalau aku bersama temanku yg satu ini, mungkin saja kejadian itu tak akan terjadi." Begitu kata-kata yang aku ucapkan, meluapkan kekesalanku dalam kalbuku sendiri. Akhirnya mataku tak mampu lagi menahan kekesalanku, dan akupun tertidur untuk beberapa saat. Sang fajar pun perlahan mulai terbit, dan panggilan untuk melaksanakan kewajiban pun mulai terkumandang. Akhirnya akupun terbangun juga, dan membangunkan teman-temanku. Kami pun bergegas jalan kaki untuk pergi ke masjid terdekat. Setelah selesai sholat, kami memutuskan untuk melanjutkan istirahat di depan teras masjid sambil menunggu hari semakin terang. Dan akupun bersyukur bisa melanjutkan istirahatku yang masih kurang.

Pagi pun semakin ramai, karena warga-warga mulai melakukan aktivitasnya, akupun ikut terbangun, ternyata sudah pukul 7 pagi, dan akupun langsung membangunkan teman-temanku, untuk segera bergegas kembali dan segera mencari bengkel untuk membetulkan masalah yang dialami motor yang ditunggangi ku. Aku sangat bersyukur, ternyata kami pun menemukan bengkel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat yang kami singgahi, akhirnya aku meminta tolong temanku untuk segera dibawa saja ke bengkel itu. Mereka pun sampai, lalu tak memakan waktu yang lama akhirnya motor tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya lagi.

Karena aku trauma, akhirnya aku bilang ke temanku, bahwa aku akan gantian bersama teman yang menjemputku. Diapun awalnya agak menolak karena kekhawatirannya ada polisi yang akan merazia, namun kuyakinkan dia. Akhirnya diapun mengikuti kata-kataku. Kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju basecamp. Setelah drama panjang semalam, kami pun sampai ke puncak awal penyusuran di "negeri diatas awan". Kami pun beristirahat sebentar, lalu melakukan pendaftaran sekalian pemeriksaan kembali barang-barang yang kami bawa.



Ohiya kawan, kami mendaki Gunung Kembang, pada bagian pendaftaran ini ada peraturan cukup unik, jadi nanti kita diperiksa membawa apa saja dan sampahnya pun harus sama dengan apa yang kita bawa. Lalu, di Gunung inipun dilarang untuk membawa botol minum dalam kemasan plastik pakai namun disediakan penyewaan/pembelian jerigen sebagai penggantinya, dan juga peralatan yang sekali pakai, serta dilarang bawa tisu basah.

Awalnya kukira, ah ini sebagai formalitas, namun ternyata disini benar-benar harus mentaati peraturan tersebut. Kami pun memeriksa kembali barang-barang yang akan kami bawa, dan menitipkan barang yang sekiranya tidak terpakai. Setelah siap itu ini, kami pun cus langsung melakukan pendakian.



Pendakian kami dimulai pada pukul 10.30 WIB. Di sepanjang jalur pendakian kami disuguhi dengan pemandangan kebun teh, kanan kiri jalan penuh dengan pohon teh. Perjalanan menyusur kebun teh ini sampai ke Gerbang 290. Selepas itu mulai memasuki hutan. Track dari basecamp menuju Gerbang 290 lumayan menguras tenaga, karena sepanjang jalan nanjak terus, ya namanya naik gunung mana ada yang jalannya turun ya wkwkw. Dari Gerbang 290 sampai Pos Liliput yakni Pos Pertama pun sama tracknya, namun ada beberapa track yang begitu sulit sehingga disediakan tambang untuk membantu memudahkan pendakian. Jalannya begitu curam, namun tak securam Gunung Sumbing. Setelah Pos Liliput lanjut ke Pos Simpang Tiga, perjalanan dari Pos Liliput menuju Pos Simpang Tiga memiliki track yang tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, begitupun dari Pos Simpang Tiga menuju Pos Akar sampai Pos Sabana, tidak ada yang begitu spesial. Namun yang sangat diperlukan itu tekad yang kuat dan juga kewaspadaan dalam pendakian, karena kami mendaki ketika musim hujan jadi tracknya pun licin. Selepas dari Pos Sabana lanjut ke Tanjakan Mesra hingga ke Puncak. Nah disini track paling favoritku, karena waktu tempuhnya begitu cepat wkwk. Entah kenapa perjalanan dari pos ke pos begitu lama namun selepas dari Pos Sabana sampai ke Tanjakan Mesra hinggs ke Puncak begitu cepat sekali. Tracknya pun asik untuk didaki karena tanjakannya begitu asik sekali curamnya wkwkw.

 


Sepanjang perjalanan dengan track yang begitu menantang, sempat aku merasa kesal. Bagaiamana tidak, sepanjang perjalanan temanku layaknya seorang wanita hamil yang mengidam itu ini. Tidak salah sih, namun keluhan itu mengganggu pikiran sepanjang perjalanan. Diapun melirikku dan menyadari perbuatannya yang membuatku kesal, akhirnya aku ungkapkan. Temanku yang satunya lagi pun sama merasakan apa yang kurasakan, akhirnya kami pun membully dia. Kekesalankupun mulai mereda.


Pukul 15.30 WIB kami pun tiba di ketinggian 2340 mdpl, dan kami pun segera mendirikan tenda untuk beristirahat. Aaaa betapa indah sekali pemandangan diatas Gunung Kembang. Kamipun disuguhi gagahnya Gunung Sindoro dan indahnya Gunung Sumbing. Pantas sekali untuk dikenang. Walaupun tertutup kabut untuk beberapa saat. Aku sangat bersyukur masih bisa menikmati keindahan-Mu. Setelah melakukan dokumentasi, kami pun mulai memasak makanan sejuta umat yakni mie instant, makanan itu sangat nikmat sekali rasanya, entah sedang lapar atau memang nikmat sekali. Dalam sekejap lima bungkus mie instant habis setelah dihidangkan. Tak lama pula karena sudah lelah dalam perjalanan, kami pun langsung beres-beres kemudian pasang kantung tidur dan tidur. Terpaan angin di sepanjang malam begitu kuat, namun untungnya tenda yang dirikan begitu kokoh sehingga kami masih bisa tertidur walaupun tidak begitu lelap. Aku selalu terbangun ketika hembusan angin yang kencang lalu tidur lagi dan selalu berdoa untuk selalu diberi perlindungan. Malam telah usai, fajar mulai terlihat, dan kami pun disuguhkan kembali pemandangan gagahnya Gunung Sumbing. 

 

Tak lupa pula kami melakukan dokumentasi kembali, dan segera juga beres-beres untuk perjalanan pulang. Betapa indahnya gunung ini. Sepanjang jalur pendakian begitu bersih, tak ada sampah yang berserakan. Yang kuremehkan karena ketinggiannya begitu pendek namun menyajikan pemandangan yang begitu menawan. Pukul 8.00 WIB kami pun turun lalu sampai kembali ke basecamp sekitar pukul 10.30 WIB.  Sesampainya di basecamp, sampah yang kami bawa tersebut diperiksa kembali sesuai dengan lembar cek pada saat awal pendakian. Untungnya sebelum turun kami melakukan pemeriksaam kembali baik sampah maupun perlengkapan yang dibawa agar sesuai dengan yang ada di lembar cek. Dan hasilnya pun sesuai dengan apa yang telah kami lakukan pemeriksaan sebelumnya.

Akhir cerita, pelajaran yang bisa aku ambil dalam perjalanan ini yakni harus bersabar dalam menjalani cobaan. Menjadi terbuka ketika ada kekesalan, begitu kau terbuka, apapun enak, daripada kau pendam hingga sedalam lautan. Ea terlalu berlebihan ya wkwk. Lalu pelajaran yang sangat berharga yakni bersyukur, aku sangat bersyukur ketika motor yang kutunggangi itu mengalami masalah. Karena, pada saat itupun, temanku yang dibonceng pafa motor satunya lagi ia sesekali terlelap tidur dan itu kondisi sangat membahayakan. Aku rasa Tuhan memberikan ujian tersebut, menyuruh kami untuk berhenti sejenak dan beristirahat. Jika tidak ada masalah mengenai motor, mungkin saja ada masalah lain yang akan menghantam kita. Karena kita tidak akan tau kehidupan kita setahun, sebulan, sehari, bahkan satu detik kedepan. Jangan lupa untuk bersyukur teman-temanku! Terimakasih kawan-kawanku yang sudah menamani perjalananku! Akhir kata, mohon maaf kalau banyak diksi yang kurang tepat, atau bahkan kurang dimengerti. Sampai jumpa di cerita selanjutnya! Salam lestari!
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top