0

Melawak adalah sesuatu kesenian yang unik, lucu adalah modal utama seorang pelawak untuk menerima balasan dari penonton berupa tawa. Apapun dapat dilakukan oleh pelawak agar dapat memancing tawa, mulai dari penyampaian cerita humor, bertingkah bodoh, menirukan sesuatu atau seseorang, dan lain-lain. Namun tahukah Anda, seni melawak di tiap negara memiliki ciri khas tersendiri ? Dari yang berpenampilan sopan hingga yang tidak karuan, dari yang sendiri hingga yang “1 kelurahan” ikut bermain dalam acara lawak, dan lain-lain. Yuk… kita intip beberapa negara yang memiliki ciri khas melawak yang unik, di antaranya :
1. Dari Jepang : Manzai
Si bodoh (boke) dan si pintar (tsukkomi)
Lawakan khas Negara Jepang ini biasanya dibawakan oleh 2 orang yang berpenampilan rapi (kimono atau jas), pasangan pelawak manzai disebut kombi. Pembagian tugas di antara 2 orang ini terjalin dengan baik. Salah satu pelawak dapat berperan sebagai “si pintar” dalam bahasa Jepang nya adalah tsukkomi dan seorang lagi yang berperan sebagai “si bodoh” dalam bahasa Jepang nya adalahboke.
Peran boke atau si bodoh dalam pertunjukkan manzai adalah untuk menyampaikan cerita dengan keluguannya, sehingga cerita yang disampaikan terkesan janggal, aneh atau lucu. Pelawak yang berperan sebagai si pintar ini bertugas menyela cerita si bodoh sambil sesekali memukul kepala si bodoh dengan kipas sehingga menimbulkan tawa.
Namun bukan berarti lawakan manzai hanya mengandalkan keluguan dari si bodoh melalui cerita-ceritanya atau adengan tertindasnya si bodoh (boke) saja. Cerita yang bersifat ngawur atau janggal yang diceritakan oleh si bodoh terkadang hal lucunya tidak disadari oleh penonton. Untuk itu disinilah fungsi peran tsukkomi untuk menandai letak kelucuan dari cerita atau lawakan si bodoh. Dengan membetulkan beberapa bagian dari cerita yang dibuat pelawak boke maka akan tersingkap betul kebodohan dari pemeran boke atau si bodoh.
Latar belakang cerita yang biasanya diangkat oleh pelawak manzai ini adalah tema kehidupan keseharian masyarakat Jepang. Dan berikut adalah pasangan manzai yang terkenal Yumeji Itoshi dan Kimi Koishi, Yasushi-Kiyoshi (Yokoyama Yasushi dan Nishikawa Kiyoshi), Two Beat (Beat Takeshi dan Beat Kiyoshi).
2. Dari Amerika : Stand-up comedy
Stand-Up Comedy
Melawak sendirian di depan sebuah panggung tanpa ditemani lawan bicara adalah ciri khas dari lawakan ini. Pelawak menggunakan microphone untuk menyampaikan lawakannya di depan penonton secara langsung. Pelawak menyampaikan cerita-cerita lucu, menirukan gaya sesuatu, atau bahkan menyindir beberapa penontonnya. Pelawak stand up comedy dituntut agar sering mendapatkan tawa penonton, untuk itu cerita-cerita lucu yang disampaikan harus secepat mungkin menuju inti lawakannya.
Kecerdasan dan ketenangan pelawak stand up comedy harus sudah sangat terlatih, karena jika salah satu ceritanya kurang atau bahkan tidak direspon dengan baik oleh penonton (tidak lucu) maka pelawak harus segera berganti topik atau menceritakan cerita lucu lainnya agar mood penonton tidak bosan.
Ciri khas lainnya adalah dalam stand-up comedy, lawakan tidak disertai oleh alunan musik. Namun biasanya dalam lawakan ini, pelawak akan diringi olehdentuman drum. Dentuman drum pun memiliki dentuman yang khas, dan biasanya akan berbunyi di saat pelawak menceritakan inti cerita lucunya. Jeda waktu tunggu reaksi tawa penonton akan diisi oleh dentuman drum ini.
Di Amerika banyak pelawak stand up comedy, namun beberapa nama berikut adalah yang paling popular, diantaranya : Russel Peters, Steve Martin, Chris Rock, dan lain-lain.
3. Dari China : Xiangsheng
Pelawak xiangsheng
Lawakan dari Negeri Panda ini memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya lawakan dibawakan oleh 2 orang atau lebih. Lawakan yang ditonjolkan oleh pelawak Xiangsheng ini adalah gaya satir. Satir adalah lawakan atau humor yangdisampaikan secara cerdas, dimana penonton yang menikmatinya juga harus memiliki pengetahuan agar dapat menangkap makna lucu dari lawakan xiangsheng ini. Contoh mudah untuk menggambarkan lawakan gaya satir adalah acara Republik Mimpi atau Negeri Impian yang ditayangkan di Indonesia.
Xiangsheng didominasi oleh lawakan yang berisikan sindiran kepada pemerintah yang beritikad tidak baik seperti korupsi, kolusi, dan lain-lain. Namun para pelawak xiangsheng pun tidak bias sembarangan menyindir pemerintahan China melalui humornya. Lawakan atau humor yang disajikan pun harus dipersiapkan dengan matang agar tidak merembet ke masalah yang dapat menjerumuskan pelawak ke jalur hukum. Pelawak Xiangsheng yang terkenal di antaranya : Hou Baolin, Ma Sanli, Liu Baorui, dan lain-lain
4. Dari Indonesia : Grup Lawak
Grup lawak
Seni melawak Indonesia juga memiliki ciri khas. Ciri khas yang bisa langsung dilihat adalah dari segi penampilan. Penampilan yang aneh, ajaib, dengan wajah pas-pasan dirias sedemikian hingga tambah tak menentu. Sebut saja penampilan Gogon, alm. Jojon, dan Tessy. Dengan penampilannya saja mereka belum melawak sudah lucu dan membuat tertawa.
alm. Jojon, pelawak Indonesia
Selain penampilan, biasanya acara lawak di Indonesia digawangi oleh grup lawak. Grup lawak Indonesia biasanya terdiri dari 3 orang, dengan tingkat kelucuan yang hampir sama. Namun agar personil grup tidak saling bersaing agar mendapatkan respon tawa dari penonton, maka pembagian tugas untuk masing-masing personil harus dilakukan. Ada yang bertugas sebagai pengumpan, pengeksekusi, dan pelengkap. Tugas pengumpan adalah memberikan umpan berupa pengarahan atau memberikan tanda start terhadap suatu lelucon kepada si eksekutor. Eksekutor ini berperan meneruskan umpan yang diberikan sehingga makna lucu yang terkadung dari lelucon tersebut dapat disampaikan ke penonton. Sedangkan si pelengkap akan berusaha menambahkan makna lucunya dengan reaksi yang spontan agar kelucuan terus mengalir.
Lawakan Indonesia selalu berlatarbelakang suatu cerita. Para pelawak selain melawak, mereka juga akan memerankan seorang tokoh yang diambil dari cerita kehidupan sehari-hari, cerita dongeng, mitos, dan lain-lain. Ditambah dengan kehadiran bintang tamu guna melengkapi cerita secara utuh dan menambah segar suasana.
Lawakan Indonesia saat ini masih bersifat agak kasar. Lawakan yang berisikan sindirian atau ejekkan kepada lawan bermain sering dilontarkan mulai dari sebutan “Tong Setan”, “Jamblang”, “Taplak” , dan lain-lain. Terkadang lelucon yang menggunakan lelucon fisik seperti menjatuhkan lawan bermain sehingga menimbulkan tawa. Dengan lawakan yang agak kasar, maka para pelawak pun harus memiliki konsikuensi dan kesabaran agar tidak marah saat dikerjai lawan bermainnya. Kadang dalam lawakannya mereka sering terdengar curhatan mereka sambil tetap tersenyum : ”Nyari duit ko gini-gini amat ya” . Beberapa contoh grup lawak terpopuler di Indonesia adalah Srimulat, Warkop DKI, Patrio, Cagur, Opera Van Java, dan lain-lain.
sumber: dari sini

Post a Comment

 
Top